Mutiara

sumarak-gadih-padang-magek-foto-erison-j-kambari-1

Mutiara Hari 1

Anda tidak perlu menunggu sampai anda meninggal untuk mengalami surga. Anda bisa menciptakan surga anda sendiri di bumi ini.

Surga dan neraka bukan hanya nama-nama rekaan para rohaniwan atau spiritualis untuk menggambarkan suatu kondisi atau tempat di kehidupan akhirat. Ke dua istilah ini juga diigunakan untuk menggambarkan situasi, kondisi atau tempat di bumi ini yang membuat kita manusia sangat senang atau sangat sedih atau sangat takut. Pulau Bali sebagai suatu destinasi pariwisata dunia sering di beri julukan surga dunia oleh khususnya wisatawan mancanegara.

Untuk menikmati kesenangan, kenikmatan dan kebahagiaan yang sangat kita sukai secara fisik maupun secara spiritual di bumi ini kita tidak perlu menunggu penilaian seorang hakim atau menunggu diberikan sebagai hadiah oleh seorang dermawan. Kita bisa menciptakannya sendiri. Bagaimana? Dengan melakukan hal-hal yang sering disampaikan dalam kitab-kitab suci semua agama besar. Berbuat baik kepada sesama dan makhluk-makhluk lain. Ada prinsip-prinsip hidup yang kita semua tahu harus kita lakukan pada sesama. Misalnya, membantu anak-anak yatim piatu, membantu fakir miskin, membantu para jompo, membantu janda-janda tua yang tidak dapat hidup dengan kekuatan mereka sendiri, membantu mereka yang sakit, cacat fisik dan mental, tidak menganiaya-menzalimi-mencederai orang lain secara fisik, kejiwaan, ekonomi atau sosial.  Menghormati orang tua, membela orang untuk mendapatkan keadilan, adalah prinsip-prinsip hidup lainnya. Intinya, menjalankan perintah-perintah Sang Maha Pencipta dan menjauhi larangan-larangan NYA.

Niat, ucapan dan perbuatan haruslah sinkron dalam menjalani hidup ini bila kita ingin merasakan surga  di bumi ini. Karena dengan merasakan surga di bumi kita mengintip kenikmatan yang lebih, yang tak terlukiskan dengan kata-kata, surga yang sebenarnya – di akhirat.  Memang tidak semudah apa yang tertulis disini karena masih banyak hal yang harus kita lakukan untuk meraih surga bumi apalagi surga sejati di akhirat tetapi ini dapat dijadikan sebagai awal.

Mutiara Hari 2

Memberi dengan ikhlas sesuatu yang sangat bernilai bagi anda kepada mereka yang membutuhkan akan membawa berkah dan rezeki yang tak terhitung.

Manusia cenderung untuk membandingkan kondisinya dengan kondisi orang lain. Inilah yang membuat orang iri dan dengki terhadap orang lain. Seharusnya ia membandingkan kondisi saat ini dengan kondisi sebelumnya. Apakah ada kemajuan atau tidak dibandingkan sebelumnya. Lihat ke atas boleh tapi perhatikan yang dibawah. Ada banyak yang berada di bawah kita baik itu dari segi usia, pendidikan, pengetahuan, kondisi ekonomi dan sosial, kesehatan, dan lain-lain.

Salah satu prinsip utama kehidupan adalah memberi secara ikhlas. Rata-rata manusia berpikir bahwa memberi atau beramal haruslah dengan uang atau benda, materi. Kekeliruan berpikir seperti inilah yang memicu manusia menjadi iri, dengki dan selalu menyalahkan orang lain bila ia tidak memiliki materi. Seolah-olah tanpa materi kita tidak biisa beramal, tidak bisa memberi. Ingat bahwa bila kita memperhatikan yang dibawah kita, maka kita berada di atas dalam hal-hal tertentu. Artinya ada yang kita miliki yang tidak dimiliki orang lain selain materi. Memberi waktu kita untuk menemani yang menderita di rumah sakit, memberi senyuman pada seseorang yang tidak kita kenal, mendengar dengan senang keluhan atau curhat orang, mengajarkan suatu ilmu (member pengetahuan), membimbing seorang jompo menyebrang jalanan yang ramai dengan lalulintas kendaraan, hanyalah beberapa hal yang dapat kita lakukan (berikan).

Namun memberi harus dengan ikhlas. Nilai suatu pemberian akan sangat tinggi bila dilakukan dengan ikhlas. Bagi seorang kaya raya yang mendermakan satu juta rupiah belum tentu dilakukan dengan ikhlas bila ia dapat memberikan lebih tetapi bagi seorang miskin yang membutuhkan lima ribu rupiah untuk makan tetapi memberikannya kepada yang lebih membutuhkan walaupun dengan memberi ia tidak makan atau makan seadanya dengan sisa uang yang ia miliki memiliki nilai lebih tinggi karena keikhlasannya.  Ikhlas berarti mementingkan orang lain tanpa mempertimbangkan kebutuhan diri sendiri. Ikhlas tidak membutuhkan pujian orang lain, penghargaan orang lain, apalagi peliputan media. Karena ikhlas berarti kita mementingkan sesama umat manusia tanpa pembatas apapun. Berkah dan rezeki pasti menjadi milik mereka yang ikhlas.

Mutiara Hari 3

Anda adalah seseorang yang memiliki bakat dan potensi-potensi yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan-kekuatan anda. Jangan biarkan orang lain mengatakan sebaliknya.

Yakinilah bahwa anda telah diciptakan dengan segudang potensi dan bakat yang tidak dimiliki makhluk lain di bumi ini. Pertama adalah akal. Akal memberi anda kemampuan untuk membedakan yang baik dari yang buruk. Yang benar dari yang salah. Anda diberikan kemampuan untuk memilih. Akal memberi anda kemampuan untuk menganalisa. Hebatnya lagi Sang Maha Pencipta member anda sebagai manusia sebuah hati yang bersifat ilahiah. Dalam bahasa Inggris hati diberi nama Heart yang dalam bahasa Indonesia juga dapat diartikan jantung. Dan kita tahu betapa pentingnya jantung sebagai suatu organ tubuh. Begitu pentingnya jantung sehingga Sang Maha Pencipta menciptakan tulang rusuk yang kuat untuk melindunginya. Betapa pentingnya Hati juga terlihat dari bagaimana manusia menilai suatu tindakan manusia berdasarkan apakah berdasarkan hatinya atau tidak. Bentuk hati yang ghaib dan peranan yang dimainkannya dalam kehidupan manusia hanya Sang Maha Pencipta tahu. Yang kita ketahui adalah bahwa semuanya diciptakan berpasang-paasangan. Dan pasangan hati adalah akal. Penggunaan akal tanpa hati maupun sebaliknya akan menjerumuskan manusia ke dalam jurang menuju neraka jahanam. Kebenaran sejati hanya dapat ditemukan manusia bila menggunakan akal dan hati bersamaan.

Mendampingi Akal dan Hati adalah berbagai potensi dan bakat yang bila dikembangkan dengan baik akan membuat perjalanan manusia di bumi ini lebih ringan. Yang menjadi masalah adalah kita manusia sebagian besar tidak mengenali potensi dan bakat kita sendiri. Kita harus berupaya mengenali dulu potensi dan bakat kita baru kita dapat mengembangkannya. Dalam bidang psikologi, iilmu kejiwaan, ada yang disebut aptitude test atau test untuk melihat kecenderungan bakat kita. Sebenarnya pada masa kita masih bayi sampai balita orangtua sudah dapat melihat potensi dan bakat itu namun seringkali orangtua memaksa kita untuk menjadi apa yang mereka inginkan. Akibatnya potensi-bakat kita tertekan makin dalam sehingga kita tidak mengenalinya lagi. Tetapi kita belum terlambat. Tanyalah pada diri sendiri : Apa yang saya suka lakukan? Berdasarkan jawaban yang kita peroleh kita kemudian dapat memperdalam ilmunya dan meningkatkan ketrampilan kita. Jangan biarkan orang lain mengatakan pada anda bahwa apa yang anda suka lakukan tidak baik atau bahwa anda tidak punya bakat dalam bidang yang anda suka lakukan. Yang menjalani hidup anda adalah anda. Ikuti Kata Hati anda.

Mutiara Hari 4

Puasa adalah pembersihan. Puasa adalah pembersihan fisik, emosional, mental dan spiritual dari racun yang merusak kesehatan fisik, emosional, mental dan spiritual.

Puasa makan dan minum selama 14 sampai 16 jam dalam Agama Islam adalah sebuah kegiatan fisik dan spiritual yang wajib. Yang jarang diketahui bahwa dalam dunia kedokteran puasa (fasting) adalah sesuatu tindakan yang juga dikenal untuk membuang racun dari tubuh (detoksifikasi) dan dapat memperbaiki kesehatan tubuh.

Hebatnya puasa sudah menjadi suatu tindakan dari saat manusia diciptakan dan setiap budaya punya tradisi puasa. Mengapa demikian? Karena puasa diciptakan untuk membuat manusia untuk mengingat kembali tanggung jawab pribadi dan sosialnya.

Kebutuhan akan sandang, pangan, papan telah kita anggap sebagai suatu keharusan untuk dipenuhi. Bumi diciptakan untuk kebutuhan manusia dan semua diciptakan cukup untuk kebutuhan manusia saat itu, saat sekarang dan di masa depan. Namun keserakahan manusia telah membuatnya hidup berlebihan. Makan berlebihan, minum berlebihan, membangun dan membeli tempat tinggal secara berlebihan. Sadar atau tidak keserakahan inilah yang mengakibatkan munculnya begitu banyak penyakit yang merusak jiwa maupun fisiknya. Manusia makin cerdas sehingga dapat menciptakan teknologi yang manusia zaman batu tak kan pernah bisa bayangkan. Akan tetapi apakah kecerdasan ini membuat hidup manusia lebih sejahtera, damai, tenang, bahagia? Tidak. Makin cerdas, makin kerdil jiwanya sampai sampai yang ia mengorbankan sesamnya hanya karena keinginannya melebihi apa yang ia butuhkan. Manusia lupa bahwa ia tidak hidup sendiri. Bahwa apa yang bisa ia dapatkan adalah hasil karya dan karsa orang lain. Manusia lupa bahwa fitrahnya adalah berbagi, baik kenikmatan maupun penderitaan.

Untungnya, telah diciptakan obat untuk penyakit ini. PUASA. Puasa jangan hanya dipahami puasa makan, minum, dan tindakan-tindakan manusia lainnya tetapi juga puasa dari keinginan yang berlebihan. Puasa adalah suatu niat, suatu tindakan, suatu sebab yang berakibat kembalinya kesehatan dalam hidup kita. Bila kita sebagai manusia, makhluk paling agung yang Allah ciptakan, ingin hidup dengan lebih baik secara perorangan sekaligus sebagai anggota masyarakat, maka puasa adalah salah satu cara terbaik. Puasa harus secara rutin kita lakukan. Bukan hanya sebulan dalam 12 bulan tetapi setiap hari. Berpuasalah dari hal-hal yang telah kita lakukan secara berlebihan. Banyak diantara kebiasaan-kebiasaan kita berlebihan. Hari ini kita berpuasa makan, esok kita berpuasa minum, hari berikutnya kita berpuasa dari amarah dan emosi-emosi negative lainnya, dan seterusnya.

Niatkan setiap hari kita berpuasa dari salah satu kebiasaan kita yang berlebihan. Kesehatan adalah sebuah totalitas. Raih itu kembali dengan berpuasa.

Mutiara Hari 5

Uang dapat membeli segala sesuatu materi yang anda inginkan tetapi uang tidak akan pernah bisa membeli kedamaian batin dan kebahagiaan.

Dalam perkembangan peradaban, manusia telah menciptakan suatu sistem transaksi yang mengangkat kesejahteraannya namun juga keserakahannya. Uang. Dari sistem barter (komoditi ditukar dengan komoditi) sampai sistem transaksi pengganti komoditi yakni uang, manusia mempermudah hubungan transaksionalnya. Celakanya, uang yang seharusnya hanyalah sebuah medium telah menjelma menjadi komoditi yang dikejar-kejar sampai uang itu merusak tatanan sosial, ekonomi, budaya, politik dan bahkan kehidupan spiritualnya. Secara fisik uang itu bisa mengambil berbagai bentuk dan dibuat dari kertas atau logam. Uang itu menjadi alat tukar yang sah. Secara de facto uang yang dipegang orang praktis tidak memiliki nilai tetapi uang itu di “back-up” atau dijamin dengan emas yang dimiliki pengelola keuangan masyarakat atau pemerintah.

Jadi, uang itu menjadi sinonim dengan komoditi yang dahulu kalanya dibarter. Karena tidak mungkin di dunia moderen ini komoditi (sayur, daging, dll) dibawa ke pasar oleh sang pembeli untuk ditukar dengan komoditi lain, maka hanya si penjual saja yang membawa komoditinya ke pasar dan si pembeli menukarkannya dengan lembaran uang atau uang logam. Manusia memang membutuhkan banyak barang-barang pokok seperti sembako plus sandang dan papan namun karena banyak diantara manusia menginginkan lebih maka permintaan untuk barang-barang (komoditi) yang menurutnya bisa membuat hidupnya lebih nyaman menjadi meningkat. Karena itulah sebagian manusia mulai mengumpulkan sebanyak-banyak uang dengan bertransaksi sedemikian rupa hingga ia bisa untung. Bila dahulu 1 kerbau harus dibarter dengan 5 kambing, maka kini 1 kerbau dijual dengan harga senilai 6 kambing. Kelebihan kambing inilah yang disebut keuntungan karena bisa dijual lagi.

Kepemilikan komoditi-komoditi tertentu yang membuat hidupnya lebih nyaman (harta), diidentikkan dengan perasaan-perasaan lain seperti ketenangan, kedamaian, kesenangan, kesuksesan. Masyarakat menjadi terbagi dalam berbagai kelas ekonomi berdasarkan banyaknya komoditi (harta) yang ia miliki. Manusia menjadi makhluk yang dikendalikan oleh pola pikir (pardigma) bahwa memiliki lebih akan membuatnya tenang, daamai, bahagia, senang, sukses. Padahal manusia bukaanlah suatu makhluk yang hanya fisikal tetapi juga spiritual. Kualitas hubungan antar manusia yang tidak berlandaskan kepemilikan harta jauh lebih penting. Justru cara manusia berkomunikasi, caranya saling membantu dalam kondisi-kondisi kesulitan, dan lain sebagainya lah yang bisa memunculkan emosi-emosi positif. Misalnya, uang bisa membeli rumah yang mewah tetapi uang itu atau rumah mewah itu tidak dapat membeli susasana kekeluargaan yang harmonis. Manusia membutuhkan seks atau hubungan kelamin antar jender dan bila ia tidak merasa puas berhubungan dengan pasangannya dalam suatu ikatan pernikanan, maka ia membeli seks itu dengan membayar jasa kepada mereka yang menyediakan kenikmatan seks diluar nikah. Jadi, uang bisa membeli seks tetapi tidak bisa membeli cinta atau kasih sayang. Padahal kasih sayang atau cinta sangat diutamakan dalam mempertahankan suatu hubungan yang saling mendukung.

Uang memang dibutuhkan untuk hidup tetapi dalam interaksi antar manusia uang itu tak bermanfaat. Apabila suatu hubungan didasarkan pada pola transaksional dagang atau bisnis maka kebahagiaan, ketenangan batin tidak akan bisa diperolehnya. Pemenuhan kebutuhan fisik bisa dipenuhi dengan menggunakan uang tetapi kepuasan batin hanya akan diperoleh bila manusia berhubungan dari hati ke hati.

Mutiara Hari 6

Ekspresi wajah dan bahasa tubuh anda mencerminkan apa yang ada dalam hati anda. Bila hati anda sedih karena keadaan eksternal, lakukan yang berlawanan. Paksakan wajah yang gembira dan tunjukkan optimisme dalam bahasa tubuh anda, maka hati anda akan mengikuti wajah gembira dan optimisme anda.

Manusia berkomunikasi dengan seluruh raga dan jiwanya. Tanpa disadari manusia berkomunikasi bukan hanya dengan tulisan atau suaranya. Dalam komunikasi tatap muka ekpresi wajah, gerak isyarat, bahasa tubuh, kata-kata, dan suara ikut bermain. Apakah lawan bicara kita memahami apa yang kita sampaikan sangat bergantung pada bagaimana ia memahami keseluruhan gaya komunikasi kita. Ekspresi wajah, gerak isyarat, bahasa tubuh, suara dan kata-kata yang ducapkan harus sinkron. Bahkan penguasaan terhadap suara pun sangat penting. Tinggi rendahnya nada, keras atau lembutnya volume suara, kecepatan berbicara, ikut menentukan. Bila pesan yang disampaikan bermakna lembut janganlah disampaikan dengan nada suara yang tinggi, volume suara keras disertai ekspresi wajah dan gerak isyarat yang bisa ditafsirkan lawan bicara sebagai amarah. Hal ini akan membingungkan dan bahkan bisa memicu ketegangan dalam hubungan antar komunikator. Biasanya kita memancarkan apa yang ada dalam hati kita. Kalau kita berbicara dengan tangisan dengan ucapan kata-kata yang sepotong-potong, maka kita bisa mentafsirkan gaya komunikasi seperti itu menunjukkan keharuan atau kepedihan hati. Raut wajah kita bisa mencerminkan kesedihan, kemarahan, kesenangan, kebahagiaan dan emosi-emosi lainnya.

Dalam kehidupan sehari-hari hubungan sosial antar manusia menuntut kita untuk bisa mengendalikan diri. Apakah kita berada dalam situasi bisnis, situasi kekerabatan, situasi  gaul, gaya komunikasi kita harus bisa disesuaikan. Nah apabila kondisi jiwa dan hati kita tidak cocok untuk situasi yang sedang berkembang maka kita dituntut untuk tidak memancarkan keadaan sebenarnya dari hati kita. Kalau kita sedih sedangkan situasi mengharuskan kita bergembira, bersenang hati, maka gaya komunikasi kita harus memancarkan kesenangan atau kegembiraan itu. Memang tidak mudah mengubah perasaan hati yang gundah gulana dengan kegembiraan tetapi ilmu kejiwaan terbaru mengajarkan bahwa apabila kita sedih sementara kita harus tampil senang “berpura-puralah” dulu dan kalau kita terus berkomunikasi “pura-pura” senang maka lambat laun kepura-puraan itu akan menjadi kenyataan dalam hati. Jadi, pancarkanlah senyummu walau hati kurang mendukung senyumanmu itu. Intinya, bila kita  menyenangkan orang lain meskipun kita sendiri berada dalam situasi hati yang kurang baik dan kita lakukan itu sepanjang hari dan seterusnya, maka lama kelamaan hati kitapun akan terangkat.

Apakah kita berkomunikasi tatap muka dengan satu atau lebih orang, atau tidak, seluruh gerak gerik kita mengkomunikasikan sesuatu kepada orang-orang disekitar kita. Caranya kita melangkahkan kaki, caranya kita duduk, caranya kita berbicara, caranya kita menatap, seluruh gerakan tubuh kita memberikan gambaran kondisi hati kita. Nah, satu-satunya kiat untuk mengatasinya adalah dengan memaksakan sebaliknya untuk mengubah apa yang ada di dalam diri kita.

Memang tidak mudah tapi harus diupayakan.

Mutiara Hari 7

Bunga-bunga dan pepohonan, hewan, anak-anak, lingkungan alam. Semuanya indah. Nikmatilah semua keindahan itu karena anda juga indah di dalam diri anda.

Sang Maha Pencipta telah dan akan terus menciptakan yang indah-indah bagi kita. Ciptaan BELIAU bukan hanya apa yang terlihat secara kasat mata, yang bisa ditangkap oleh panca indera kita, tetapi juga yang tidak terlihat. Yang tak terlihat bisa kita rasakan karena jiwa kita diciptakan untuk merasakan yang tak terlihat oleh indera penglihatan kita. Istilah eksternal dan internal memberikan gambaran mengenai  kondisi alam semesta. Setiap ciptaan dapat kita deteksi baik lansung dengan panca indera maupun dengan peralatan yang manusia ciptakan untuk melihat yang tak dapat di lihat kasat mata. Akan tetapi kondisi manusia adalah sedemikian rupa sehingga tidak semua dapat dilihat meskipun menggunakan peralatan canggih. Nah, salah satu alat yang telah diciptakan dalam diri manusia adalah alat untuk mendeteksi yang sama sekali tidak dapat dilihat oleh manusia walau memiliki teknologi tinggi. Sementara ilmuwan mengatakan bahwa dalam otak manusia ada bagian yang bisa membedakan warna dan bentuk. Bisa saja apa yang para ilmuwan sampaikan itu benar tetapi keindahan adalah soal lain. Bukan otak yang menentukan apakah sesuatu itu indah atau tidak. Karena keterbatasan bahasa maka yang menentukan keindahan itu saya beri nama RASA. Rasa disini bukan perasaan atau emosi tetapi lebih dari itu. Dalam bahasa Jawa ada istilah Rasa (roso) yang menurut saya mendekati apa yang saya maksud. Ada istilah tenggang rasa, olah rasa, among roso. Istilah orang awam adalah “feeling”. Kita manusia kadang dapat me”rasa”kan sesuatu sebelum sesuatu itu terjadi atau sesuatu yang tidak dapat dilihat dengan kasat mata. Istilah lain yang sering dipergunakan adalah “mata hati”. Keberadaan “feeling” atau “mata hati” ini bersifat universal. Semua makhluk berakal memilikinya. Tetapi bakat atau potensi ini harus dikembangkan, diolah, diasah bila penggunaannya maksimal. Ada diantara kita yang terlatih untuk men”dengar”, atau me”lihat” serta mengindahkan pesan-pesan yang diberikan oleh “mata hati” ini tetapi banyak tidak. Untungnya, kemampuan dasar manusia untuk me”lihat” keindahan tidak perlu diasah. Umumnya keindahan dasar benda-benda yang Allah ciptakan dipersepsikan sama oleh setiap orang. Keindahan bunga, pohon, tanam-tanaman di darat maupun di laut, dapat diapresiasi oleh khalayak ramai. Pada dasarnya, lingkungan alam itu di”lihat” sebagai indah.

Tidak ada ciptaan Allah yang tidak indah tetapi tidak semua orang dapat melihat semuanya sebagai indah. Kondisi lingkungan alam yang masih liar bagi sebagian kita tidak indah, bagi sebagian lain indah. Keindahan manusia pun masih dilihat dari segi fisiknya yang kasat mata dan tidak semua memandang setiap orang sebagai indah (cantik-cakep). Kondisi ini kita sebut sebagai perbedaan persepsi. Salah satu syarat untuk memandang sesuatu sebagai indah adalah dengan mengakui bahwa lingkungan alam diluar diri kita adalah indah karena dengan demikian kita mengakui bahwa kita juga adalah indah.

Makanya, nikmatilah keindahan ciptaan Allah yang dapat kita lihat dengan kasat mata karena dengan demikian kita mengakui bahwa diri kita pun indah. Dengan mengakui bahwa setiap makhluk adalah indah, baik eksternal dan internal, maka pandangan kita terhadap diri kita pun indah. Apapun persepsi buruk yang kita peroleh itu dikarenakan oleh rusaknya fitrah diri yang mengubah ciptaan Allah yang semula indah menjadi sebaliknya.

Mutiara Hari 8

Ada hal-hal diluar diri anda yang dapat anda ubah dan ada hal-hal yang tidak dapat anda ubah. Jadi, yang dapat anda lakukan adalah mengubah sikap anda terhadap hal-hal yang tak dapat anda ubah, atau anda dapat mengubah diri anda untuk menyesuaikan diri.

Banyak permasalahan yang dialami manusia disebabkan oleh ketidakcocokan manusia itu sendiri dengan lingkungan eksternalnya. Manusia diajarkan prinsip-prinsip dan nilai-nilai hidup (bagian dari budaya) oleh orangtua, guru, rohaniwan, tetua, anggota keluarga lainnya secara turun temurun. Prinsip-prinsip dan nilai-nilai ini disebarkan secara lisan atau tertulis.

Ada beberapa hal yang tidak kita sukai yang ingin kita ubah supaya sesuai dengan prinsip-nilai atau keinginan kita tapi tidak dapat kita ubah. Biasanya kebiasaan-kebiasaan buruk orang bisa kita ubah walaupun perubahan itu sendiri mungkin akan terjadi setelah sekian lama. Akan tetapi hal-hal yang berhubungan dengan alam tidak dapat kita ubah bila alam itu sendiri sudah merasakan tangan jahat manusia. Hutan yang pohon-pohonnya dibabat dan tidak direboisasi pasti akan menghasilkan bencana longsor atau banjir. Satu-satunya cara untuk menghentikan bencana tersebut adalah mengembalikan kondisi hutan ke kondisi semula. Ini sangat sulit karena membutuhkan teknologi tinggi dan kemauan kuat  manusia secara bersama-sama untuk mengubah sikap serakah mereka. Namun bila kita mengambil contoh lain dimana kita sebagai pekerja tidak bisa mengubah suatu kondisi karena peraturan perusahaan (bisa resmi, bisa tidak) yang tidak adil, maka sikap kita yang harus berubah. Misalnya, kita sudah layak untuk dinaikkan jabatan/pangkat dan kita memenuhi persyaratan tetapi malah dilangkahi dan orang lain yang dipromosikan jabatannya karena ia adalah saudara dari pimpinan perusahaan, atau ia punya orangtua yang relasi bisnis dari pimpinan perusahaan. Dalam hal ini kita tidak bisa mengubahnya. Kita punya 2 pilihan. Pertama, menerima keadaan dengan ikhlas dan kedua, mengundurkan diri dari perusahaan bersangkutan. Kenapa harus ikhlas karena kalau tidak kita akan merusak diri dengan selalu berperasaan sakit hati dan performa kerja kita menurun. Atau, kita meninggalkan perusahaan yang zalim tadi. Jadi, jangan terus bekerja di perusahaan bersangkutan tetapi sakit hati terus (akibatnya bisa sering jatuh sakit, stress, atau menanggung akibat negatif lainnya). Kita tidak dapat mengubah lingkungan, jadi kita harus mengubah sikap kita.

Apabila kita tidak dapat mengubah lingkungan kita, maka kitalah yang harus menyesuaikan diri. Dalam dunia abad-21 ini terjadi begitu banyak perubahan dalam masyarakat yang bertentangan dengan prinsip-nilai atau norma-norma hidup yang diajarkan budaya kita. Ada yang bisa kita ubah secara perorangan atau bersama-sama ada yang tidak. Mau tidak mau kita harus menyesuaikan diri bila tidak ingin dilindas kereta modernisasi. Dan kalau kita tidak mau menyesuaikan diri, maka tinggalkanlah lingkungan bersangkutan dan mencari lingkungan yang lebih cocok dengan prinsip-nilai yang kita anut. Intinya, kita harus berpegang teguh pada prinsip-prinsip kehidupan seperti kejujuran, keadilan, kebenaran hakiki, dll dan bila kita terdesak untuk mengubah prinsip-prinsip kehidupan ini sebaiknya kita mencari lingkungan yang lebih selaras dengan prinsip-prinsip kita.

Mutiara Hari 9

Komunikasi adalah membangun jembatan sehingga saling memahami terjadi antara yang berkomunikasi. Jangan mengambil kesimpulan bahwa yang menerima pesan komunikasi anda memahaminya. Pastikan bahwa apa yang anda maksud betul-betul dipahami penerima pesan anda. Sehingga tidak terjadi kesalahpahaman.

Tujuan komunikasi adalah menciptakan saling pemahaman. Bila saling pemahaman ini tidak terjadi maka terjadilah miskomunikasi atau komunikasi tidak terjadi. Kadang ada yang menggunakan istilah komunikasi satu-arah. Ini kurang tepat. Komunikasi selalu terjadi dua-arah akan tetapi karena salah satu komunikatornya tidak mau atau tidak mampu memahami komunikasi lawan komunikatornya maka terjadilah miskomunikasi yang berakibat kesalahpahaman.

Jembatan komunikasi dibentuk untuk lalulintas dua arah. Perintah suatu atasan, misalnya dianggap sebagai komunikasi satu-arah karena yang diperintah tidak punya pilihan kecuali mengikuti perintah atau menerima perintah dan melaksanakan apa yang diperintah. Yang tidak disadari adalah bahwa reaksi yang diperintah adalah umpan-balik (feedback) untuk sang pemberi perintah yang seharusnya bisa ia terjemahkan sebagai sesuatu yang diterima atau tidak. Memang yang diperintah akan melakukan perintah tetapi hasil perintah itu pasti tidak baik, tidak sesuai yang diinginkan sang pemerintah. Berdiam diri atas suatu perintah tidak berarti perintah itu dipahami apalagi diterima. Lawan komunikator akan selalu memberi umpan-balik karena umpan-balik itu bisa dilihat dari ekspresi wajah, gerak isyarat, bahasa tubuh, maupun respon lisan. Kalau tidak ada respon lisan maka kita sebagai komunikator harus pandai membaca ekspresi wajah, gerak isyarat atau bahasa tubuh lawan komunikator kita. Jadi, komunikasi satu-arah itu tidak ada. Semua komunikasi bersifat dua-arah. Yang terjadi adalah miskomunikasi artinya tidak ada saling pemahaman.

Dalam pergaulan sehari-hari antar anggota masyarakat, bahkan dalam menjalin hubungan dalam satu keluarga, kita harus belajar dan berupaya berkomunikasi dengan baik. Keharmonisan tidak akan terjadi bila kita ngotot bahwa apa yang telah kita komunikasikan sudah dipahami orang lain. Posisi “power” yang dimiliki oleh seorang komunikator (suami terhadap istri, istri terhadap anak, atasan terhadap bawahan di tempat kerja, laki-laki terhadap perempuan, istri yang dominan terhadap suami yang lemah, pemerintah terhadap rakyatnya) tidak memberinya hak untuk berkomunikasi seenaknya. Posisi “power” tidak akan pernah dapat memaksakan pemahaman apalagi saling pemahaman.

Komunikasi adalah jantung yang menyediakan darah bersih ke organ-organ vital dan sebaliknya menerima darah kotor untuk dibersihkan. Bila komunikasi tidak lancar, ada banyak hambatan, maka kesehatan masyarakat akan sakit. Kita bisa melihat bahwa kondisi buruk suatu keluarga, masyarakat, organsasi atau Negara disebabkan utamanya oleh komunikasi yang tidak baik diantara anggota dan diantara pimpinan dan anggota. Menggunakan bahasa yang sama tidak menjamin saling pemahaman karena setiap orang memiliki bahasa yang unik pada dirinya karena persepsi (sudut pandang) yang berbeda. Manusia berkomunikasi dengan seluruh jiwa dan raganya meskipun alat yang dipergunakannya adalah tubuhnya, lisannya, gerak isyaratnya, ekspresi wajahnya. Jangan berkomunikasi dengan hanya memahami diri sendiri tetapi berkomunikasilah dengan mencoba memahami orang lain.

Mutiara Hari 10

Berpisah selalu lebih sulit bagi yang ditinggal. Demikianlah bila orang-orang yang kita cintai meninggalkan kita karena kematian memanggil. Yang terbaik yang dapat kita, yang ditinggal, lakukan adalah mencontoh perbuatan-perbuatan baik yang telah diperbuat oleh yang meninggalkan kita sebagai tanda cinta dan penghargaan kita. Karena kematian tak terelakkan. Kehidupan di dunia ini adalah sebuah perjalanan menuju kehidupan yang lebih terang berikutnya. Kehidupan adalah suatu bab dalam hidup. Kematian adalah bab yang lain. Kita akan selalu hidup.

Ada lagu Minangkabau (Sumatera Barat) berjudul “Bapisah bukannyo bacarai”. Judul lagi ini sangat cocok dengan kehidupan manusia. Sadarilah bahwa seluruh ciptaan itu terhubung satu sama lainnya. Kedekatan fisik dengan orang lain bukan pertanda bahwa mereka juga dekat di hati. Sebaliknya jauhnya kita secara fisik dari seseorang bukan pertanda bahwa kita itu jauh di hati. Yang membuat seseorang dekat pada orang lain adalah ikatan batinnya. Karena manusia terdiri dari 2 bagian yang tak terpisahkan, yakni tubuh fisik dan roh, mesin yang menghidupkan tubuh fisiknya, maka keberadaan manusia sangat bergantung pada menyatunya, dalam satu wadah, dua unsur yakni materi dan spirit, lahir dan batin. Yang terlhat oleh sesama adalah fisiknya namun yang terpenting adalah yang tak terlihat.

Keterikatan batin antar sesama manusia begitu kuatnya sehingga bila terjadi perpisahan fisik maka yang dirasakan adalah seolah-olah yang berpisah adalah batin mereka. Ini terjadi karena besarnya pengaruh materi sehingga  batin kita ikut merasakannya. Ini terjadi karena sementara kita manusia sibuk memberikan nutrisi pada unsur fisik kita, kita lupa sama sekali untuk memberikan nutrisi pada batin kita, pada unsur spiritual kita. Kita lupa bahwa dasar utama atau bahan dasar makhluk yang namanya manusia adalah rohnya bukan fisiknya. Bahwa interaksi manusia hanya bisa berjalan dengan baik, nyaman dan menyenangkan apabila batin mereka berinteraksi dengan baik, nyaman dan menyenangkan. Tubuh kita ini pada suatu titik tidak lagi mengalami perkembangan, pertumbuhan tapi penurunan kualitas dan kematian. Sedangkan tubuh spiritual kita tidak akan mengalami penurunan kualitas selama kita berikan makanan bergizi sesuai arahan yang menciptakan kita. Tubuh spiritual kita tidak akan mati alias abadi sampai pada saat yang ditentukan – di saat mana semua ciptaan tanpa kecuali akan dimatikan sebelum dihidupkan kembali. Dan dahsyatnya adalah bahwa tubuh spiritual kita bila berada dalam kondisi puncaknya bahkan dapat membuat tubuh fisik kita hidup lebih lama, lebih sehat kecuali Sang Pencipta “memutuskan” untuk menghentikan eksistensi tubuh fisik kita. Selain daripada itu semua ikatan batin (spiritual) yang terjalin di alam semesta ini akan terus berlanjut di dimensi-dimensi kehidupan lainnya.

Makanya, berpisah itu bukan berarti bercerai. Berpisah secara fisik itu malah menguatkan ikatan batin kita. Jadi, janganlah bersedih. Berilah asupan nutrisi terus menerus setiap saat kepada tubuh spiritual kita supaya dalam keterpisahan kita masih tetap berhubungan.

Mutiara Hari 11

Komunikasi pribadi temu muka menggunakan bukan hanya suara tetapi juga ekspresi wajah, gerak isyarat, bahkan seluruh tubuh. Sempurnakan penggunaan bahasa tubuh, suara, gerak isyarat dan ekspresi wajah anda dan anda akan dipahami oleh orang lain.

Manusia mentransmisikan, mentransfer apa yang diniatkan, dipikirkan kepada orang lain melalui suatu proses yang disebut komunikasi. Komunikasi yang efektif adalah saat sailing pengertian terjadi atau paling sedikit apa yang dimaksud pengirim pesan dipahami oleh penerima pesan walau penerima komunikasi ini tidak menyetujuinya, tidak sependapat.

Komunikasi biasanya dilakukan dengan menggunakan tubuh fisik kita baik itu suara, ekspresi wajah, gerak isyarat, dan bahasa tubuh secara keseluruhan. Komunikasi antar tubuh spiritual manusia juga dapat dilakukan bahkan dengan tingkat pemahaman yang lebih tinggi akan tetapi belum semua orang memiliki ketrampilan berkomunikasi secara telepati. Setiap insan memiliki potensi untuk bertelepati tetapi hanya sebagian yang telah mengasahnya sedemikian rupa sehingga mampu melakukannya dengan baik. Demi peningkatan kualitas komunikasi manusia telah menciptakan banyak alat seperti telpon dan internet. Intinya teknologi informasi terus dikembangkan dengan tujuan utama supaya komunikasi berjalan dengan lebih cepat dan lebih luas. Tetapi teknologi ini tidak otomatis membuat manusia saling mengerti karena keunikan pribadinya. Latar belakang budaya, usia, kesehatan, kondisi ekonomi, tingkat pendidikan dan bakat-bakat yang dimilikinya membuat masing-masing orang memahami sesuatu sesuai persepsi atau sudut pandangnya sendri. Selama kita anak manusia belum bisa berkomunikasi langsung dengan batinnya maka tingkat saling pemahaman atau pengertian akan tetap rendah.

Mengetahui kondisi tersebut diatas, satu-satunya cara untuk menciptakan saling pemahaman adalah dengan meningkatkan, mengefektifkan penggunaan dari segala aspek tubuh fisik kita baik suara, ekspresi wajah, gerak isyarat dan bahasa tubuh kita serta menyepakati secara lintas-budaya apa arti atau makna dari setiap gerakan, nada suara, dan ekspresi. Singkat kata, harus ada suatu sistem penterjemahan yang lebih akurat sehingga komunikasi antar manusia, antar budaya, antar agama, dapat menghasilkan saling pamahaman atau pengertian. Komunikasi adalah jembatan. Marilah kita dengan niat baik menciptakan jembatan-jembatan yang menghubungkan dan mendekatkan hati manusia bukan menjauhkannya dari sesama.

Mutiara Hari 12

Banyak orang meminta kita untuk membenci seseorang atau sekelompok orang padahal kita tidak mengenal orang atau kelompok tersebut. Tebarkan kebencian dan anda akan menuai bencana. Banyak orang memberi komentar mengenai sesuatu yang mereka tak pahami. Banyak perkataan tak berdasarkan fakta yang cenderung menuju gosip dan fitnah akan menuai gosip dan fitnah untuk diri anda sendiri.

Kebencian adalah akibat dari ketidakpahaman dan lebih lagi akibat dari kebodohan. Kalau kita menggunakan logika, bagaimana kita bisa menyukai atau membenci seseorang atau sebuah kelompok tanpa mengenalnya terlebih dahulu. Manusia diptakan Allah dengan akal dan hati. Pasti ada alasan untuk itu, bukan? Buat apa manusia diberi akal tapi tidak digunakan? Buat apa manusia diberi hati tapi tidak digunakan? Itulah bentuk kebodohan tertinggi di alam semesta ini. Selain daripada itu, ada yang disebut hukum alam atau hukum TUHAN. Dalam bahasa Arab disebut Sunatullah. Hukum ini mengatakan bahwa apapun yang manusia pikirkan, ucapkan dan lakukan akan dibalas oleh alam semesta dengan yang serupa. Jadi, bila kita menebarkan kebencian kita akan mendapatkan kebencian pula. Alhasil, bencana. Komentar-komentar kita atas banyak hal sering kita sampaikan tanpa mengetahui  bahkan pahami lebih dalam pangkal permasalahan. Makanya, apa yang kita sampaikan secara lisan atau melalui tulisan harus melalui filter atau saringan akal dulu. Sebab apa yang sudah keluar dari mulut atau sudah tertulis dan sudah didengar atau dibaca orang tidak dapat kita tarik kembali. Akibat dari gosip, fitnah, ungkapan-ungkapan kebencian pada suatu saat akan berbalik dan menjadikan diri kita sendiri korban dari gosip, fitnah dan kebencian.

Mutiara Hari 13

Perbedaan adalah fakta kehidupan. Anda tidak bisa berbuat apapun mengenai hal ini. Makanya, daripada melawannya, marah-marah terhadapnya, membencinya, mengapa anda tidak menerimanya dan memanfaatkan perbedaan dan membuat kehidupan anda lebih nikmat, lebih kreatif dan lebih memuaskan.

Tidak ada yang sama di alam semesta. Bahkan kembar sekalipun tidak sama. Kembaran memiliki beberapa kesamaan akan tetapi bbanyak hal pula dalam diri kembaran yang bbeda, yang membedakannya dari pasangan kembar lainnya. Perbedaan adalah fakta kehidupan yang tak terbantahkan dan tidak dapat tidak harus kita terima. Makanya, akan sangat bodoh dan mungkin bisa dibilang gila apabila kita melawan perbedaan. Sama seperti perubahan yang akan selalu terjadi sampai akhir zaman, maka perbedaan pun akan selalu ada sampai akhir zaman. Jadi, percuma saja memaksa orang lain untuk menjadi sama seperti kita, untuk berpikir sama seperti kita. Lebih baik menerima perbedaan, mencoba memahami mengapa orang berbeda dari kita, dan memanfaatkan perbedaan dalam membuat kehidupan kita bersama orang lain lebih nikmat, lebih kreatif dan lebih memuaskan. Sangat membosankan kalau semuanya sama, bukan?

Mutiara Hari 14

Memaafkan orang yang menyakiti kita, yang memperlakukan kita tidak dengan baik, sangatlah sulit. Akan tetapi seseorang yang memiliki iman pada SATU-SATUNYA PENCIPTA,  memaafkan dan mendoakan yang baik-baik bagi mereka yang menyakiti kita akan membawa berkah spiritual serta mengangkat beban psikologis dari hati. Ini layak untuk dicoba.

Sangatlah manusiawi untuk melakukan pembalasan terhadap mereka yang menyakiti kita. Naluri manusialah yang melakukan itu. Mekanisme pertahanan alami dari manusia adalah melawan, membalas, atau melarikan diri. Meminta manusia untuk memaafkan apalagi mendoakan baik-baik mereka yang menzalimi kita jelas-jelas sesuatu yang mustahil. Akal manusia yang saat-saat seperti itu didominasi emosi  tidak bisa menerimanya.  Tetapi manusia bukan hanya makluk fisik namun juga makhluk spiritual. Jiwa dan raga. Body and Soul. Emosi adalah bagian dari fisik manusia dan bila manusia ingin meningkatkan kualitas pribadinya maka ia harus mengacu pada pengembangan jiwanya. Sudah menadi hukum alam bahwa apabila kita bisa mengatasi sifat kebendaan kita dengan sifat keilahian kita maka kita akan secara utuh menjadi makhluk yang agung.  Ibarat kuda dan penunggangnya, manusia harus bisa mengendalikan kudanya, emosinya, billa ingin berlari kencang. Kemudian kita dengan mengharapkan serta mendoakan keselamatan mereka yang menzalimi, menyakiti kita, maka kita akan memastikan keselamatan kita sendiri. Bonusnya adalah beban psikologis yang kita derita akan terangkat. Semua itu hanya bisa dilakukan kalau manusia mengimani adanya SANG PENCIPTA YANG SATU, penentu segala-galanya dalam alam ciptaan.

Mutiara Hari 15

Anda diciptakan lengkap dengan berbagai potensi, bakat dan kekuatan. Janganlah anda membuang semua anugrah ALLAH itu dengan berpandangan bahwa anda tak berguna. Memvonis diri sendiri dengan mengatakan “Saya hanya orang kecil; Saya hanya berpendidikan rendah; Saya kurang cantik; Saya buruk rupa; Saya terlalu pendek; Saya terlalu tinggi; Saya terlalu gemuk; Saya terlalu kurus; Saya tak pandai; Tidak ada yang Mencintai saya” dan banyak lagi negatifitas terhadap diri kita sendiri akan membunuh jiwa dan semangat diri sendiri. Kita semua diciptakan untuk Sukses dalam kehidupan ini. Kenali potensi dan bakat anda dan kembangkan. Itulah kekuatan dirimu yang sebenarnya.

Merendahkan diri sendiri, memvonis diri sendiri sebagai makhluk yang tak berguna, adalah perbuatan yang sia-sia karena menentang Yang Menciptakan kita. Itu sama dengan mengatakan bahwa ALLAH adalah pembohong dan menciptakan manusia untuk tujuan yang negatif. Sesuatu yang mustahil. Manusia diciptakan sebagai makhluk yang paling agung. Berarti manusia dibekali dengan bakat – talenta yang  bila dikenali dan kemudian dikembangkan akan membawanya pada tingkatan tertinggi yang telah ditakdirkan oleh Sang Pencipta. Apapun bentuk kita sebagai manusia adalah sesuatu yang memang demikian karena setiap kita unik. Tidak ada yang sama. Bahkan kembar memiliki perbedaan. Sudah tentu dalam proses pengenalan dan pengembangan diri akan ditemukan banyak rintangan, kendala, hambatan.  Semua itu ada justru untuk membuktikan bahwa kita mempunyai kemampuan untuk mengatasinya. Tidak ada manusia yang dilahirkan jahat, buruk, tak beruuna, tak berpotensi. Alam semesta justru akan memberikan pada kita apa yang kita pikirkan, niatkan, inginkan. Kalau yang kita pikirkan, niatkan dan inginkan itu buruk maka kita akan mendapatkannya. Jadi, piikirkan, niatkan dan inginkan yang baik. Bukankah itu yang terbaik? Maka, pilihlah yang terbaik untuk diri masing-masing.

Mutiara Hari 16

Berikhtiar dan berdoa adalah dua bagian tak terpisahkan dari upaya manusia untuk meraih sesuatu. Ikhtiar bareng doa adalah suatu keharusan. Keberhasilan adalah harapan setiap insan. Namun yang tidak disadari, dihayati dan diamalkan adalah bahwa keberhasilan tidak secara otomatis muncul bila kita berikhtiar dan berdoa. Melakukan yang menurut kita adalah upaya terbaik kita plus doa tidak selalu membawa hasil yang kita inginkan. Hasil tidak ada hubungannya dengan ikhtiar saja tetapi KEHENDAK ALLAH juga berperan dalam menentukan hasil akhir. Jadi, lakukan yang terbaik tetapi serahkan hasil akhir kepada Yang MAHAKUASA. Bila kita tidak berhasil pada awalnya, kita tidak akan hancur dan dengan mengintrospeksi diri kita akan berbuat lebih baik untuk meraih yang kita inginkan. Mari kita renungkan apa maksud dari ‘keberhasilan yang tertunda ini’. Karena pada dasarnya KEBERHASILAN ADALAH FITRAH MANUSIA.

Ada pemahaman keliru di kalangan masyarakat pada umumnya bahwa kita harus berikhtiar ‘dan’ berdoa. Kata ‘dan’ harus dihilangkan dan diganti dengan kata ‘bareng’. Berupaya, berikhtiar, saja tidak cukup. Berdoa saja juga tidak cukup.  Untuk mendapatkan sesuatu kita bukan hanya berbuat, berupaya, berikhtiar tapi pada saat bersamaan kita juga harus berdoa. Bukan yang satu mendahului yang lain. Jaminannya adalah keberhasilan. Akan tetapi satu fenomenon yang ada alah bahwa tidak selalu apa yang kita inginkan akan kita peroleh walau kita sudah melakukan kedua-duanya. Apakah itu pertanda bahwa kita gagal? Sama sekali tidak. Bagi kita yang beriman, belum diraihnya sesuatu walau sudah diikhtiarkan bareng didoakan adalah pertanda bahwa ada dalam tindakan atau doa kita yang belum pas. Pemeo bahwa  “kegagalan adalah sukses yang tertunda” bermakna bahwa kita diberikan kesempatan untuk mengevaluasi apakah ada yang kurang tepat dalam perbuatan dan doa kita. Mungkin ada langkah-langkah atau metode-metode, teknik-teknik, yang kita pergunakan yang kurang tepat. Dalam hal doa cara yang terbaik adalah dengan urutan : Mohon Ampunan (istighfar), Bersyukur atas segala sesuatu yang telah kita terima, Memohon apa yang diinginkan, dan akhirnya engucap ketawakalan kita pada Yang Maha Kuasa karena pada akhirnya Ketentuan Beliaulah yang berlaku. Jadi, usahakan yang terbaik, berdoalah pada saat kita berusaha dan serahkan hasil akhir pada NYA. Biar bagaimanapun Keberhasilan adalah fitrah manusia. Meskipun demikian, penyerahan diri secara total pada Ketentuan Nya adalah suatu persyaratan seorang hamba.

Mutiara Hari 17

Satu-satunya cara menuju kebahagiaan adalah mengucap syukur setiap hari atas segala nikmat yang telah diberikan Allah. Berkah yang diberikan tak dapat kita hitung melebihi segala cobaan dan ujian yang harus kita hadapi. Bila anda terdorong untuk mengeluh maka segera berhenti dan ganti dengan ucapan syukur. Tulis apa yang anda syukuri setiap hari. Biasakan mengucap syukur atas segala yang telah anda terima.

Hidup dan kehidupan adalah nikmat utama yang diberikan pada kita manusia. Tidak ada makhluk lain yang diciptakan dengan kemampuan untuk memilih antara Pencipta kita atau musuhnya manusia, iblis dan pasukan syaitannya. Pikiran logika saja sudah harus menentukan bahwa Yang Mencipta tentu saja bisa dengan mudah menghilangkan ciptaanNYA. Musuh manusia pun adalah ciptaanNYA dan dapat dengan mudah melenyapkannya.  Kenapa iblis dan pasukan syaitannya menjadi musuh manusia dan melawan Sang Pencipta? Itu karena kesombongan dan tidak punya rasa bersyukur. Iblis dan pasukannya merasa merekalah makhluk terhebat dan terbaik dan tidak mau bersujud pada manusia saat diperintahkan. Tetapi kasih sayang Sang Khaliklah yang juga memenuhi permintaan Iblis cs. untuk menangguhkan hukuman terhadap mereka.

Visi dan Misi manusia haruslah mencapai kebahagiaan dalam Cinta Kasih Sang Khalik. Dan satu-satunya cara untuk meraihnya adalah dengan bersyukur setiap detik, setiap tarikan nafas, atas segala yang kita peroleh. Kenikmatan maupun cobaan. Cobaan diberikan bukan untuk menyiksa karena Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang bukan Zat sadis (suatu ciri makhluk dan bukan ciri Yang Maha). Cobaan diberikan untuk menguji kesetiaan kita pada NYA dan untuk menguatkan kita melawan Kekuatan Gelap. Makanya, janganlah mengeluh dan merasa sial karena itu hanya memperkuat kekuatan gelap dan menjauhkan kita dari kebahagiaan hakiki yang dijanjikan NYA. Cobaan tidak hanya berbentuk kekurangan tetapi juga kelebihan dan karena itu janganlah kita biarkan kesombongan dan arogansi menguasai kita bila mendapat kelebihan. Kelebihan diberikan untuk menguji kita apakah kita peduli terhadap yang kekurangan. Inilah takdir manusia.

Mutiara Hari 18

Cara lain untuk menjadi sukses dalam kehidupan adalah mencintai dan menghormati kedua orang tuamu, terutama Ibumu. Kapan terakhir kali anda memeluk Ibu dan membisikkan kata-kata “Aku Mencintaimu Bu”. Kalau sudah terlalu lama anda melakukannya, lakukanlah saat ini juga. ALLAH akan membuka pintu mukjizat bagimu dan segala upaya menuju kesuksesan akan mulai memberi hasil. Bila Ibu kandungmu sudah tiada pilihlah siapa wanita yang anda anggap sebagai Ibu. Mungkin Ibu mertua, atau Nenek, atau siapa saja. Manusia pertama yang harus anda hormati dan cintai adalah Ibu dan kedua Bapak. Ini adalah perintah Sang Pencipta.

Dari rahim Ibulah kita dilahirkan hasil perpaduan cinta Ibu dan Ayah yang menanamkan benih. Dalam rahim Ibulah kita sebagai makhluk biologis mulai dikembangkan dan dilengkapi oleh Sang pencipta dengan segala sesuatu yang dibutuhkan menjadi makhluk yang paling agung dalam alam semesta. Kata Rahim berasal dari Ar-Rahim, salah satu nama baik Allah Sang Pencipta. Ke-Maha Sayang-an Allah telah dibagikan kepada kita makhluk NYA. Ibu yang mengandung kita telah diciptakan untuk menjadi wadah paling utama dalam kelahiran kita, banyak menderita dan ketidaknyaman dalam prosesnya. Sudah sewajarnya lah kita menghormati, mencintai dan menyayangi Ibu kita melebihi Ayah kita yang hanya berperan menanam benih dan bertanggung jawab untuk perkembangan (paling utama, memenuhi kebutuhan fisiknya) anak setelah lahir.  Biasakan kita mengucap syukur kepada Allah melalui Ibu. Bentuk ibadah yang paling mulia adalah itu dan sebagai kelanjutannya kepada semua ibu yang ada di dunia. Itulah mengapa di seantero dunia perayaan Mother’s Day itu ada. Allah membuka rahim Ibu supaya kita bisa masuk kea lam 3-dimensi ini dan kepada Rahim NYA lah kita nanti akan kembali. So, I love you Mom bukan sesuatu yang sulit untuk diucapkan kan?

Mutiara Hari 19

Bagi mereka yang sudah menikah dan berkeluarga (punya anak) perlu disadari bahwa untuk meraih sukses secara finansial diperlukan hubungan antar anggota keluarga yang harmonis. Bila hubungan antara suami dan istri, atau antara ayah / ibu dengan anak-anak, kurang harmonis maka rezeki juga akan seret. Bahkan kekayaan yang sudah terlebih dahulu diraih akan perlahan menghilang bila keharmonisan keluarga tidak dipertahankan. Upaya meraih kesuksesan penting namun harus dibarengi dengan suasana harmonis dalam keluarga bagi yang sudah menikah.

Anda akan bertanya apakah ada bukti keterkaitan rezeki harta dengan keharmonisan keluarga? Setahu saya belum ada survei atau riset dalam hal ini tetapi bila melihat pengalaman banyak keluarga yang harmonis dengan keberadaan ekonomi yang dimilikinya dibandingkan keluarga yang masih utuh tetapi tanpa keharmonisan, maka kesimpulan dapat diambil. Mengapa keharmonisan harus dijaga? Seperti kita ketahui sudah menjadi tradisi bahwa tugas suami atau ayah adalah mencari nafkah bagi keluarganya. Keberhasilan suami dalam mencari nafkah sangat bergantung pada dorongan dan dukungan sang istri atau ibu dan hubungan yang baik antara orang tua dan anak-anak. Bagaimana seseorang bisa berkonsentrasi, fokus pada pencarian nafkah apabila dia tahu dia akan pulang dan masuk ke dalam suatu suasana dan lingkungan yang tidak mendukung, tidak memberinya kesempatan untuk beristirahat dengan perhatian penuh kasih sayang dari keluarganya? Apalagi dalam kondisi ekonomi terpuruk kekuatan kasih sayang dalam keluarga harmonis sangat dibutuhkan. Pada abad ke -21 ini fenomena yang ada adalah bahwa para istri atau ibu sekarang harus ikut membantu mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Akan tetapi yang menjadi masalah adalah bahwa pencarian nafkah ini telah berubah menjadi pemburuan harta karun demi kenikmatan masing-masing individu dalam keluarga bukan untuk kebersamaan keluarga. Keharmonisan telah diganti dengan harta itu sendiri. Bila bicara keharmonisan kita bicara hubungan pribadi yang baik antara anggota keluarga bukan hubungan yang dilandasi kepemilikan dan penggunaan harta atau uang. Kebersamaan adalah kunci keharmonisan. Semua anggota keluarga memikirkan kebahagiaan anggota keluarga lainnya.

Jadi, hubungan keharmonisan dengan rezeki keluarga dan otomatis rezeki masing-masing anggota sangat terkait. Bisa saja keluarga yang penuh dengan ketidaksetiaan, perselisihan pendapat, dan egoisme masing-masing anggotanya  bergelimang dalam harta, biasanya diperoleh dengan cara-cara haram. Akibatnya tetap saja adalah malapetaka, keruntuhan keluarga dan bukan keutuhan. Pada akhirnya, kondisi ekonomi yang mapan tidak memberikan kebahagiaan karena absennya keharmonisan nilai-nilai moral yang ada dalam keluarga tersebut.

Mutiara Hari 20

Seorang yang percaya diri memiliki citra diri yang tinggi. Citra diri tinggi menghasilkan harga diri tinggi. Orang dengan harga diri tinggi tidak akan pernah takut dan malu untuk meminta bantuan orang lain walau kedudukan sosial orang itu lebih rendah. Orang dengan harga diri tinggi tidak takut untuk menyatakan dia tidak tahu bila memang dia tidak tahu. Orang dengan harga diri tinggi tidak akan merasa wibawanya turun bila ia meminta pendapat bawahannya.

Citra diri adalah bagaimana kita menilai diri kita sendiri dibandingkan dengan orang lain. Apabila kita merasa minder atau rendah diri, alias menilai diri kita sendiri dibawah nilai orang lain, biasanya karena hal-hal yang bersifat eksternal diri seperti pendidikan, kekayaan materi, keturunan, dan hal-hal lahiriah lainnya, maka kita menilai diri kita rendah dan akibatnya tidak mempercayai diri sendiri ketimbangan mempercayai orang lain. Watak dan kepribadian kita didominasi oleh “apa kata orang” dan bukan apa kata saya berdasarkan nilai-nilai moralitas, etika, dan etiket yang kita pelajari dalam sebuah keluarga.  Harga diri kita, menurut kita sendiri, adalah rendah. Tidak heran bila kita tidak punya kepercayaan diri yang tinggi.

Bisa saja seseorang karena bantuan keluarga mengenyam pendidikan tinggi, bergelar dan menduduki posisi atau jabatan tinggi dalam suatu perusahaan akan tetapi ia memperolehnya melalui koneksi atau relasi bukan atas upayanya sendiri. Ia patuh kepada orang lain dan tidak pernah memiliki pendapat yang ia yakini untuk dilaksanakan. Orang ini memiliki citra diri yang rendah dan karenanya harga diri yang rendah dan seterusnya menjadi tidak percaya diri.

Logika mengatakan bahwa tidak ada manusia yang super, mengetahui segala sesuatunya, sempurna dalam artian tak punya kekurangan sedikitpun. Jadi, mengapa kalau kita memiliki jabatan tinggi dan tidak mengetahui sesuatu kita bertanya kepada yang tahu walau ia menduduki jabatan yang lebih rendah. Keberanian bertanya inilah adalah pertanda seseorang dengan harga diri dan percaya diri tinggi. Misal, saya makin dihormati oleh anak buah saya karena saya minta diajarkan cara menggunakan computer yang ia pelajari di sekolah kesekretarisan, tapi saya tak pernah mempelajarinya di sekolah saya, Wibawa saya tidak turun, malah saling menghormati atas kelebihan masing-masing menjadi landasan hubungan yang sangat baik.

Rasa minder, rendah diri, bukan suatu yang inheren atau bawaan saat lahir. Percaya diri diajarkan dalam keluarga. Tanggung jawab orang tua untuk menumbuhkembangkan rasa percaya diri ini pada anak-anaknya. Namun, banyak juga orang tua yang tak percaya diri karena mereka adalah produk keluarga sebelumnya yang juga tidak punya citra diri, harga diri dan kepercayaan diri yang tinggi. Sadarilah bahwa kita harus keluar dari lingkaran rendah diri ini dan menjadi manusia dengan percaya diri tinggi karena dengan itulah kita menjadi lebih produktif dan bermanfaat bagi diri sendiri dan bagi orang lain.

 

Mutiara Hari 21

Kita setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, setiap tahun mengalami kematian. Kematian adalah bagian dari hidup. Kematian adalah babak baru, halaman baru, buku baru dalam perjalanan manusia menuju kesempurnaan. Saat menulis ini jutaan sel tubuhku mati dan jutaan sel tubuh baru terlahir. Hidup dan Kehidupan berjalan terus. Janganlah terlalu lama bersedih karena kita akan bertemu kembali dengan yang kita cintai di dimensi baru.

Mutiara Hari 22

Semua penyakit ada obatnya walaupun manusia belum menemukannya. Semua penyakit berasal dari hilangnya keseimbangan antara unsur spiritual/jiwa dengan unsur fisikal. Melemahnya kondisi jiwa mengakibatkan menurunnya kemampuan sistem kekebalan tubuh sehingga virus dan bakteri yang biasanya tidak bisa merusak kesehatan tubuh dengan mudah menyerang. Karena itu pastikan anda selalu merawat unsur jiwa anda. Stres pasti akan melemahkan kekebalan tubuh anda. Perkuatlah jiwa anda dengan mempertebal iman, membantu orang lain, bekerja keras dengan hati yang riang dan selalu berkomunikasi dengan Sang Pencipta.

Mutiara Hari 23

Iri, dengki, cemburu, serakah disebabkan oleh ketidaktahuan manusia mengenai Prinsip Keberlimpahan. Ini muncul karena manusia takut tidak kebagian. Ini juga ada karena manusia merasa punya hak milik terhadap apa yang ada di alam semesta ini. Manusia hanya punya hak pakai bukan hak milik. Seluruh alam semesta adalah milik Sang Pencipta. Fakta ini dapat kita lihat dalam ajaran semua agama samawi. Apapun yang manusia peroleh didalamnya terkandung hak orang lain yang kurang beruntung. Jadi, tidak ada manfaatnya merasa iri, dengki, cemburu atau serakah karena hal ini hanya merusak diri sendiri dan bertentangan dengan ketentuan Allah.

Mutiara Hari 24

Bagaimana anda mau jujur pada orang lain apabila anda tidak bisa jujur pada diri sendiri. 

Membohongi diri sendiri adalah ketidakjujuran.  Misalnya anda menganggap diri anda sendiri jujur tetapi dalam kasus-kasus kecil anda menilai sesuatu wajar dan biasa. Contoh, anda diminta membeli sesuatu dan diberikan sejumlah uang.  Bila nilai barang dibeli adalah Rp. 9.550 dan anda diberi Rp. 10.000. Kembalian Rp. 450 tidak anda kembalikan walau yang memberi tidak memintanya. Anda tidak jujur pada yang memberi uang dan tidak jujur pada diri sendiri. Anda membohongi diri dengan menilai tidak mengembalikan recehan adalah biasa.  Contoh lain adalah anda melhat teman anda mencuri uang perusahaan (korupsi) tetapi membiarkannya sambil berkata dalam hati bahwa yang penting bukan anda yang korupsi. Ini adalah ketidakjujuran pada diri sendiri. Bila dalam hal kecil anda tidak bisa jujur maka anda tidak akan bisa jujur dalam hal besar.

 

Mutiara Hari 25

Banyak orang ingin sukses tetapi apa arti dari sukses?

Kebanyakan bila ingin sukses pasti dalam artian materi atau harta. Kata kerja bahasa Inggris untuk sukses adalah “to succeed” yang berarti meraih keberhasilan. Keberhasilan tidak harus selalu dalam konteks materi atau harta. Apa yang anda inginkan dan rencanakan dan berhasil raih adalah kesuksesan. Ada 2 jenis sukses yakni sukses kecil dan sukses besar. Anda tidak akan bisa meraih sukses besar tanpa melalui sukses-sukses kecil. Dan satu hal lagi yang harus anda sadari adalah bahwa sukses di dunia nyata / lahiriah harus didahului sukses batiniah. Sukses lahiriah tidak akan langgeng bila tidak didahului sukses dalam hati. Jadi, berupayalah untuk meraih kesuksesan dalam hati dulu dan anda akan meraih sukses dalam dunia kasat mata.

 

Mutiara Hari 26

Alam semesta dan seluruh isinya diciptakan untuk mengikuti Hukum Proses.

Artinya, semua akan berkembang dengan baik apabila mengikuti proses, bertahap, yang sudah ditentukan Sang Pencipta. Tahapan yang harus dilalui tidak sama untuk semua ciptaan. Alam semesta saja berkembang terus, berekspansi. Apabila jalan pintas yang ditempuh untuk mempercepat pertumbuhan maka hasilnya bisa destruktif atau minimal tidak sesuai dengan yang diharapkan atau diinginkan. Misalnya, mau kaya secara materi dengan melakukan pencurian, penindasan, korupsi, menjilat orang, dst. Memang anda bisa kaya namun dengan efek samping yang sangat merusak diri sendiri. Merekayasa pertumbuhan tanaman secara genetika juga mengakibatkan kerusakan (berpenyakit).  Intinya, kalau anda ingin maju (progres) maka lakukanlah secara bertahap. Percepatan melalui teknologi/ilmu bisa dilakukan namun tahapan proses itu sendiri tidak boleh dihilangkan. Jadi, anda mau sukses dalam bidang apapun laluilah tahapan belajar, berlatih, bekerja keras, dan berdoa dengan niat yang baik. Tidak ada yang instan di dunia yang maunya serba instan. Semuanya memakan waktu. Mangga yang dikarbit tidak seenak yang tidak dikarbit. Sebagian makanan tradisional yang dimasak dengan kayu bakar lebih enak daripada yang pakai kompor gas atau oven. Cinta yang dikarbit akan berakhir penderitaan.

 

Mutiara Hari 27

Mulutmu adalah Harimaumu.

Waspadailah apa yang anda ucapkan. Apa yang keluar dari mulut anda adalah salah satu penentu kualitas kehidupan anda. Banyak orang dengan mudahnya mengumpat dengan kata-kata yang jorok (berbau seksual biasanya), menghina (berbau SARA – Suku, Agama, Ras, Antar Kelompok, biasanya), menyumpah Bunda kita, menganggap manusia binatang, dlsb.  Belum lagi dari mulut kita keluar kata-kata yang bersifat negatf, keluhan mengenai orang lain, keluhan mengenai kondisi ekternal, menyalahkan takdir, nasib, dll. Bagaimana anda mau maju, mau bahagia dan sukses kalau yang anda ucapkan justru adalah sebaliknya.  Apapun yang anda ucapkan akan kembali berlipat ganda kepada anda. Alam semesta akan memberikan kembali apa yang anda ucapkan. Coba ubah ucapan-ucapan anda dengan tasbih, tahmid, tahlil. Kondisi hidup anda akan lebih damai, akan lebih menghasilkan yang baik bagi anda.

 

Mutiara Hari 28

Kita sering mendengar kata-kata “kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda”. Saya berkata bahwa kalau mau sukses harus gagal dulu. Apa maksudnya?

Berupaya meraih sesuatu atau mencapai sesuatu membutuhkan niat yang baik, perencanaan yang bagus, kerja keras dan doa. Kadang semua itu sudah anda lakukan namun apa yang anda inginkan atau harapkan tak kunjung datang. Disinilah kita sebetulnya diuji. Kita harus mulai dari doa. Apakah kita betul-betul mengimani adanya Yang Maha Kuasa? Meragukan sedikit saja atau sejenak saja kemahakuasaan TUHAN berarti anda tidak yakin akan apa yang anda lakukan. Kemudian, apakah niat anda itu benar-benar yang terbaik untuk anda dan lebih lagi untuk orang lain. Terakhir, apakah pelaksanaan dan perencanaan sinkron? Mungkin rencana anda kurang tepat atau mungkin pelaksanaannya yang salah? Apapun jawaban yang anda peroleh harus bisa membuat anda melaksanakan ulang rencana anda. Jadi kegagalan bukan berarti anda ditakdirkan untuk tidak meraih sukses. Tetapi kegagalan adalah pertanda bahwa ada yang masih harus diperbaiki. Jadi, jangan putus asa walau anda bisa gagal berkali-kali. Tokoh-tokoh sukses dunia justru sering menghadapi kegagalan sebelum akhirnya mencapai kesuksesan. Kesuksesan yang diraih melalui suatu perjuangan akan terasa lebih nikmat. Jadi, jangan membandingkan diri anda dengan orang lain. Bandingkan diri anda hari ini dengan anda kemaren. Hari ini harus lebih baik daripada kemaren. Dan esok hari harus lebih baik daripada hari ini.

 

Mutiara Hari 29

Perbedaan adalah kekuatan.

Perbedaan adalah Rahmat. Allah pula yang menciptakan perbedaan itu. Karena perbedaan maka ada warna-warni. Perbedaan adalah indah. Bayangkan dunia seperti apa yang akan kita hadapi bila semua sama seperti kiita. Membosankan bukan? Jangan anggap perbedaan sebagai musuh tetapi rangkullah perbedaan. Pelajari dan kenali mengapa orang berbeda. Manfaatkan perbedaan untuk mengembangkan diri. Kita tidak selalu benar karena sudut pandang kita mengenai dunia ini berbeda. Kita semua menggunakan kacamata yang berbeda. Tidak mungkin kita melihat segala sesuatunya dari berbagai sudut pandang. Jadi, kita butuh perbedaan untuk melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang sehingga kita dapat mengambil keputusan yang terdidik, lebih lengkap.

Bila anda bertemu dengan seseorang yang berbeda pendapat, janganlah menilainya dengan emosi amarah, kesal, sebal. Pandanglah dia dengan penuh kasih dan bersyukurlah pada ALLAH bahwa anda telah diberi kesempatan untuk melihat dari sudut pandang orang lain. Anda tidak harus menyetujui perbedaan itu tetapi berlakulah mandiri dan dengan tambahan data yang anda peroleh dari yang berbeda pendapat itu serta analisa anda sendiri, anda dapat mengambil keputusan. Kalau berbicara awali setiap pengutaraan pandangan anda dengan kata-kata “Menurut saya…………..” atau bisa secara lebih lengkap “Saya tidak memaksakan anda menyetujuinya tapi menurut saya ………………………”

 

Mutiara Hari 30

Pernikahan adalah Sinergi adalah Kemitraan.

Pernikahan bukanlah penjumlahan 1 + 1 = 2. Pernikahan bukan pula dominasi yang 1 terhadap yang 1 lagi. Atau yang 1 dilebur kedalam yang 1. Pernikahan adalah suatu sinergi, sinkronisasi energi yang bila dijalankan dengan tepat bisa menghasilkan lebih dari 2 namun bisa 200 atau bahkan 2000. Hasil sinergi sangatlah besar melebihi perhitungan matematika manusia. Sinergi adalah sinkronisasi dari 2 jenis energi ibarat atom yang di-fusion (penyatuan) akan menghasilkan ledakan nuklir yang tak terhingga. Bila pernikahan adalah penjumlahan maka sifat masing-masing tetap dipertahankan sehingga egoisme yang 1 bentrok dengan egoisme yang 1 lagi. Pernikahan bukan juga dominasi satu kepribadian diatas kepribadian pasangan. Suami boleh saja imam tapi itu tidak bermakna ia bisa seenaknya memperlakukan istri. Istilah imam berarti ada tugas tertentu yang ia wajib lakukan. Job description seorang suami dan istri memang berbeda. Bukan berarti job description yang 1 lebih tinggi daripada job description yang lain. Dalam pernikahan, masing-masing kepribadian tetap utuh. Dalam bahasa manajemen, harus ada teamwork. Masing-masing kekuatan menutup kelemahan yang lain. Keberhasilan pasangan adalah keberhasilan masing-masing. Kegagalan pasangan adalah kegagalan masing-masing. Pernikahan adalah kemitraan. Karena itu, sebelum menikah pastikan bahwa calon mitra anda cocok dengan anda. Untuk pernikahan sukses ada job description bersama yakni : wajib menjadi suami/istri yang baik, wajib menjadi ayah/ibu yang baik dan terakhir dan sering dilupakan, wajib menjadi kekasih yang baik.

 

Mutiara hari 31

What to say?

Apa yang harus kita lakukan apabila kita bertemu dengan seseorang yang baru saja kehilangan orang tercinta, atau baru saja mengalami musibah? Kebiasaan kita yang belum pernah mengalami hal serupa atau mungkin tidak memiliki hubungan khusus dengan korban pasti hanya menyampaikan kata-kata klise yang mudah diucapkan tapi hampir tak bermanfaat bagi sang korban. Mudah bagi kita untuk mengatakan “sabar”, “tawakkal” dan sejenisnya; mudah bagi kita yang tidak terkena musibah untuk mengirim psikolog untuk menangani trauma yang dialami para korban, dewasa maupun anak; mudah bagi kita mengatakan “turut berduka cita” padahal kita sama sekali tidak merasakan “duka” tersebut. Yang sangat dibutuhkan oleh yang mengalami kehilangan yang tercinta adalah PELUKAN. Pelukan adalah komunikasi pertama yang dialami manusia saat keluar dari rahim ibu dan menjadi mode komunikasi paling utama dalam kehidupan. Memang dengn berkembangnya peradaban pelukan telah diubah oleh sementara orang menjadi pelukan erotis, berlandaskan nafsu syahwat. Tetapi dalam kondisi stres karena kehilangan sang tercinta pelukan kembali menjadi alat komunikasi terpenting. PELUKAN berarti kehangatan saat hati menjadi dingin karena pembawa kehangatan telah tiada. PELUKAN adalah tanda bahwa sang pemeluk mencintai yang dipeluk. Yang dipeluk akan merasa bahwa ia tidak sendiri. PELUKAN adalah pertukaran energi antara dua makhluk. Sang pemberi akan merasakan betul-betul apa yang dirasakan sang penerima (empati) dan sang penerima mendapatkan energi tambahan dari sang pemberi untuk mengatasi kesedihan yang amat sangat.  Dan apabila kita ingin mengucapkan sesuatu pada “korban” maka sebaiknya diucapkan kata-kata yang meringankan pikiran sang pemberi. Misalnya : “fulan/a telah bebas dari penderitaan dunia”,  “fulan/a telah bersama Sang Pencipta dan bahagia”, dan sejenisnya.

Advertisements